Cara Berkembang Biak Lalat

Lalat dikenal sebagai serangga yang identik dengan kotoran sekaligus mampu menyebarkan resiko penyakit. Hampir setiap wilayah di manapun bisa ditempati lalat sebagai daur hidupnya. Hal ini tidak terlepas dari kebiasaan lalat yang sering menempati area pembuangan sampah atau sejenisnya untuk mencari makan.

Tidak sedikit yang beranggapan jika makanan yang telah dihinggapi oleh lalat jadi tidak sehat. Ini disebabkan karena lalat seringkali membawa kuman dari tempat-tempat kotor yang sebelumnya mereka hinggap. Bahkan cara mereka mengkonsumsi makanan pun harus mengeluarkan air liurnya terlebih dahulu.

Cara lalat berkembang biak

Lalat adalah spesies serangga ordo diptera yang berkembang biak dengan cara ovipar atau bertelur. Serangga yang satu ini cukup produktif dalam hal reproduksinya. Dalam satu periode tertentu, lalat betina mampu bertelur hingga mencapai 150 butir, bahkan ada juga yang mengatakan 900 butir. Sedangkan selama hidupnya rata-rata mereka menghasilkan sekitar 500 butir selama kurun 5-6 periode.

Lalat juga merupakan salah satu serangga yang mampu melakukan metamorfosis sempurna, yaitu mulai dari tahapan telur, larva, pupa, hingga imago.

1. Telur

Telur adalah fase pertama dalam sistem metamorfosis sempurna. Sistem reproduksi lalat terjadi melalui perkawinan antara induk betina lalat dengan sang jantan. Setelah dibuahi oleh spermatozoa dari jantan, lalat betina akan melakukan fertilisasi untuk menghasilkan telur. 

Lalat biasanya bertelur di tempat-tempat yang memiliki asupan makanan cukup, yaitu di sekitaran mereka tinggal. Seperti bangkai, kotoran manusia, sampah, dan sebagainya yang dianggap tidak ada predator pemangsanya.

Seperti kebanyakan telur pada umumnya, bentuk telur pada lalat juga berbentuk lonjong berwarna putih. Sedangkan ukurannya relatif kecil, yakni sebesar 1-2 mm saja. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk bisa berubah menjadi larva di fase selanjutnya. Telur lalat hanya membutuhkan waktu kurang dari satu hari selama periode embrioniknya.

2. Larva

Setelah menetas satu hari sejak telur dikeluarkan, maka tahap perkembangbiakan lalat selanjutnya adalah post embrionik. Larva lalat sering dikenal sebagai belatung. Karakteristiknya tidak pernah berhenti makan untuk menyiapkan dirinya di fase pupa.

Fase larva hanya membutuhkan waktu kurang dari dua hari. Selama proses ini, larva akan mengalami pergantian kulit secara bertahap. Dalam kurun waktu 10 hari, molting bisa dilakukan sebanyak 3 kali. Tahapan ini sekaligus melewati 3 tahapan, yakni larva instar I, larva instar II, dan larva instar III. Setelah melewati tahapan terakhir, larva akan berubah menjadi pupa atau kepompong.

3. Pupa

Tahap metamorfosis ketiga yang terjadi adalah larva akan mencari tempat berlindung sebelum menjadi inaktif (tidak aktif). Tempat yang sering dipilih adalah area gelap yang tidak terjangkau oleh sinar matahari.

Tahap pupa memungkinkan larva akan merubah teksturnya dari yang semula lembek menjadi sedikit keras. Kepompong lalat umumnya berwarna cokelat dan prosesnya lebih lama dari fase sebelumnya. Kepompong yang menyerupai kokon adalah tahapan untuk belatung agar mampu membentuk struktur organ tubuhnya. Setelah melewati kurang lebih selama satu minggu, barulah ia bisa keluar terbang dengan sendirinya.

4. Imago

Dalam istilah biologis, imago diartikan hewan yang sudah beranjak dewasa. Tahapan ini adalah puncak dari proses metamorfosis sempurna lalat. Imago memungkinkan mereka bisa terbang seperti kehidupan lalat secara umum. Mereka akan mencari makan di tempat-tempat kotor atau sumber bau tak sedap. 

Tiga hari sejak menjadi imago, lalat betina sudah bisa melakukan reproduksi sendiri sebagai awal proses metamorfosisnya. Sedangkan untuk usianya hanya mampu hidup selama 20-30 hari sejak menjadi imago.

Meskipun siklus hidupnya terbilang pendek, namun lalat bisa dijumpai hampir setiap saat karena sistem reproduksinya yang sangat produktif dalam kurun waktu yang sangat singkat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Berkembang Biak Cicak

Cara Berkembang Biak Kupu-kupu

Cara Berkembang Biak Semut