Cara Berkembang Biak Macan Tutul

Macan tutul merupakan spesies dari empat kucing besar yang termasuk dalam kategori hewan karnivora. Hewan yang memiliki nama latin panthera pardus ini tersebar di beberapa wilayah khususnya Asia dan Afrika dengan jumlah subspesies sebanyak 9 jenis. Secara fisik, ciri-ciri yang terdapat pada hewan macan tutul yakni tubuhnya berukuran besar. Panjang badan berkisar antara 90 hingga 150 cm dengan tinggi antara 60 - 95 cm. Adapun beratnya mampu mencapai 60 kg. Untuk macan betina di semua spesies memiliki ukuran tubuh yang relatif lebih kecil dari jantan. Karakteristik tubuh macan tutul dipenuhi bulu berwarna kuning semi kecoklatan dengan bintik-bintik berwarna hitam.

Macan tutul adalah satu di antara hewan liar yang mampu hidup di berbagai wilayah, mulai dari hutan tropis, pegunungan, savana, hingga pemukiman warga. Tipikal dari macan ini yakni sering hidup menyendiri. Bahkan hubungan antara bayi dengan induk betina hanya akan berlangsung antara satu hingga dua tahun sebelum mereka berpisah untuk hidup sendiri-sendiri.

Macan merupakan spesies kucing yang berkembang biak dengan cara vivipar atau melahirkan. Perkembangbiakan ini secara umum dialami oleh hewan-hewan mamalia atau menyusui. Adapun sistem reproduksi yang dialami hewan mamalia sebelum kelahiran adalah sebagai berikut:
  1. Setelah melalui proses perkawinan antara macan betina dengan jantan, berikutnya akan berlangsung proses pembuahan internal. Pembuahan ini terjadi di dalam rahim induk betina.
  2. Perkawinan menyebabkan ovum yang dimiliki macan betina akan dibuahi oleh sperma milik sang jantan. Setelah terjadinya kontak, maka ovum berubah menjadi zigot.
  3. Dalam rentang waktu tertentu, zigot ini akan berubah menjadi embrio yang berkembang secara bertahap. Perkembangan terjadi di dalam rahim, tempat dimana ovum berasal.
  4. Perkembangan pada embrio dipengaruhi oleh asupan makan induknya. Melalui tali pusar atau plasenta yang menyalur ke rahim, makanan akan memberikan nutrisi yang dibutuhkan untuk pematangan embrio.
  5. Proses kehamilan yang dialami hewan mamalia membutuhkan waktu sedang, tidak terlalu pendek juga tidak terlalu lama. Tergantung dari spesies hewan tersebut.

Cara berkembang biak macan

Perkawinan macan betina dengan jantan hanya terjadi di waktu-waktu tertentu. Umumnya, musim kawin yang dialami hewan mamalia sekelas macan terjadi pada sekitaran bulan Agustus hingga Desember.

Setelah melewati musim kawin, apabila macan betina berhasil melakukan hubungan seksual dengan macan jantan, maka induk betina akan hamil selama 90 hingga 125 hari. Sebagaimana proses reproduksi hewan mamalia di atas, macan betina akan melakukan kontak ovumnya dengan sperma dari macan jantan. Setelah itu ovum miliknya akan berubah menjadi embrio yang menandakan bahwa macan betina sedang melewati masa kehamilan.

Faktor-faktor tertentu bisa mempengaruhi rentang waktu kehamilan jadi lebih lama atau bahkan pendek. Beberapa faktor yang memungkinkan sangat berdampak pada proses berlangsungnya kehamilan macan meliputi: kondisi lingkungan sekitar; ketersediaan makanan; tempat habitatnya (hutan liar atau tempat khusus); keberadaan hewan liar di sekelilingnya, dan sebagainya.

Jumlah anak yang bisa dilahirkan dalam satu kali kehamilan biasanya mampu mencapai 5 ekor. Sedangkan rata-rata yang dilahirkan secara umum berjumlah 2 ekor. Induk betina akan merawat dan menyusui bayinya hingga beberapa bulan sampai anaknya mampu beradaptasi sendiri. Setelahnya mereka akan hidup secara terpisah di alam liar.

Tak banyak yang membedakan antara spesies macan satu dengan yang lainnya. Masing-masing memiliki kecondongan yang relatif sama, terutama berlangsungnya sistem reproduksi macan sejak perkawinan hingga menyusui. Hanya saja kondisi lingkungan yang menjadi tempat tinggal bisa membuat macan memiliki tingkah laku yang berbeda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Berkembang Biak Cicak

Cara Berkembang Biak Kupu-kupu

Cara Berkembang Biak Semut