Cara Berkembang Biak Iguana

Iguana adalah salah satu spesies kadal yang hidup di daerah bersuhu tropis, tepatnya Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Kepulauan Karibia. Namun kini Iguana banyak ditemukan di berbagai daerah termasuk Indonesia karena mudah untuk diternak. Ciri umum dari hewan iguana adalah memiliki panjang tubuh antara 1.5 hingga 1.8 meter. Selain itu tubuhnya juga terdapat janmbul layaknya ayam jantan dan duri di bagian punggungnya iguana termasuk hewan herbivora (pemakan tumbuhan) yang hidup di pepohonan.

Antara iguana betina dan jantan tidak memiliki perbedaan yang cukup serius, terutama bagian fisik tubuhnya. Untuk menentukan jenis kelamin pada hewan reptil iguana, Anda bisa menggunakan perbandingan dari karakteristik berikut.
  • Kepala iguana jantan cenderung lebih besar dari betina. Bagian atasnya juga terlihat lebih sangar dengan keberadaan dewlap (jengger) yang sangat mencolok.
  • Salah satu ciri iguana adalah terdapatnya subtympanic atau benjolan di bagian rahang. Meskipun keduanya sama-sama memiliki karakteristik ini, namun kepunyaan iguana jantan lebih jelas dan besar.
  • Masing-masing iguana jantan atau betina keduanya memiliki spike. Dalam istilah umum dikenal duri. Untuk jantan, spike yang dimiliki akan lebih tajam dan tinggi. Sedangkan betina tidak begitu mencolok.
  • Ciri fisik lainnya yaitu pada iguana jantan memiliki warna yang lebih terang ketimbang betina. Sehingga jika dilihat secara sekilas iguana jantan akan tampak lebih menyala.

Cara berkembang biak iguana

Iguana merupakan hewan sekelas reptil yang berkembang biak dengan cara ovipar atau bertelur. Proses berlangsungnya sistem reproduksi terjadi hanya satu kali dalam setahun. 
Kriteria Iguana yang siap bereproduksi
  • Berusia tidak kurang dari 3 tahun untuk indukan Iguana.
  • Ukuran tubuh telah mencapai 100 cm atau relatif.
  • Sudah memiliki sikap kedewasaan dengan ditandai tingkah lakunya yang sedikit berbeda dari sebelumnya (kebiasaan masa kecil).
Bagi iguana jantan, ia mampu melakukan perkawinan hingga tiga kali dalam setahun. Masing-masing hubungan seksualnya selalu berbeda pasangan. Sedangkan iguana betina hanya melakukan satu kali perkawinan dalam setahun.

Adapun masa perkawinan yang terjadi antara iguana jantan dengan betina tidak terjadi sepanjang tahun, sebab pada hewan reptil ini juga berlaku musim kawin, yaitu di sekitaran bulan Agustus.
Proses terbentuknya telur pada induk iguana disebabkan oleh dibuahinya sel telur betina oleh iguana jantan ketika melakukan hubungan seksual. Untuk mendeteksi apakah induknya memiliki telur atau tidak, Anda bisa melihat ciri-cirinya seperti berikut.

  • Bulan pertama: nafsu makan mulai berkurang; asupan air lebih banyak; tinja yang keluar lebih sedikit dari biasanya; dan urat agak sedikit lebih tebal.
  • Bulan kedua: bagian perut membesar, sisi badannya agak melebar; dan berat badan relatif meningkat meskipun nafsu makannya menurun.
Setelah perkawinan, induk iguana membutuhkan paling sedikit 2 bulan sampai telur di dalam perutnya dapat keluar. Dalam satu kali bertelur, indukan iguana mampu menghasilkan 25 hingga 40 butir. Adapun proses inkubasi yang diperlukan hingga telur dapat menetas adalah 3 bulan sejak induk iguana bertelur.

Berbeda dengan dengan hewan ovipar secara umum. Iguana sendiri memiliki tehnik sendiri dalam pengeraman telur supaya dapat menetas, yaitu dierami oleh sang jantan, bukan iguana betina. Sistem reproduksi ini disebut sebagai perkembangbiakan secara alami.

Demikian cara iguana berkembang biak yang dapat Anda pahami. Sebagai tambahan, dari semua telur yang dihasilkan oleh induk iguana, hanya ada sekitar 80% saja yang mampu menetas hidup. Artinya, tidak semua butir telur yang dihasilkan dapat menetas dengan sehat. Umumnya hanya sekitar 1-2 yang akan menetas dan menghasilkan anakan iguana yang paling berkualitas dengan ditandai warna hijau paling mencolok dan terang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Berkembang Biak Cicak

Cara Berkembang Biak Kupu-kupu

Cara Berkembang Biak Semut