Cara Berkembang Biak Cicak

Sistem reproduksi pada hewan terbagi menjadi 3 cara, masing-masing adalah ovipar, vivipar, dan ovovivipar. Dari ketiga cara tersebut memiliki proses perkembangbiakan yang berbeda-beda. Ovipar memungkinkan hewan berkembang biak dengan cara bertelur, vivipar dengan cara beranak, dan ovovivipar dengan cara penggabungan ovipar dan vivipar.

Proses perkembangbiakan pada hewan cicak sendiri terjadi melalui 2 dua cara, yakni ovipar dan ovovivipar. Secara umum, cara cicak berkembang biak cenderung melalui tahapan bertelur (ovipar). Mengingat spesiesnya yang cukup banyak, beberapa cicak dengan spesies tertentu mampu berkembang biak dengan cara bertelur dan beranak (ovovivipar). Berikut ini penjelasan cara berkembang biak cicak yang bisa menjadi referensi Anda.

Ovipar: perkembangbiakan dengan cara bertelur

Sebagian besar dari semua spesias cicak yang ada, ovipar adalah cara berkembang biak yang lazim ditemui. Bahkan bisa dikatakan hampir keseluruhan cicak berkembang biak dengan cara bertelur. Hal ini dibuktikan oleh riset laboratorium dan ilmu biologi yang kerap menemukan teori bahwa ovipar adalah cara yang paling umum dilakukan hewan reptil sejenis cicak dalam keberlangsungan sistem reproduksinya.

Proses berbuahnya telur hingga menetas

Proses bertelurnya cicak merupakan hasil dari perkawinan seksual, dimana cicak jantan dan bentina melakukuan kopulasi. Hasil perkawinan ini membuahkan zigot dalam perut betina yang kemudian menjadi telur.

Selain melalui perkawinan, sebagian kecil dari cicak dengan spesies tertentu tidak membutuhkan hubungan seksual bersama cicak jantan untuk bisa bertelur. Dalam hal ini, cicak betina melakukan cloning terhadap dirinya sendiri dengan telur sehingga hasil penetasannya sekilas mirip induknya.
Cicak biasanya bertelur sebanyak 1-6 kali dalam setahun. Dari masing-masing kehamilan umumnya mampu mengeluarkan 2 buah telur. Beberapa spesies tertentu bahkan bisa lebih dari 6 buah telur dalam sekali kehamilan. Pasca bertelur biasanya cicak menyembunyikan telurnya di balik tempat-tempat yang sering disinggahi, seperti belakang lemari, kulit kayu, dan sebagainya. Hal ini ditujukan untuk melindungi telur dari mangsa predator.

Telur cicak identik berwarna putih kecil. Penetasan telur ini membutuhkan waktu 40-60 hari sejak dikeluarkan dari perut. Sedangkan untuk mencapai usia dewasa, bayi cicak harus berumur setidaknya satu tahun sampai mereka mampu melakukan reproduksi sendiri.

Ovovivipar: perkembangbiakan dengan cara beranak dan bertelur

Seperti beberapa jenis hewan reptil lainnya, reproduksi cicak juga terjadi secara ovovivipar. Meskipun tidak banyak spesies yang melakukan perkembangbiakan dengan cara bertelur dan beranak, namun populasi cicak ovovivipar masih dapat ditemui hingga sekarang.

Sesuai namanya, cicak yang bereproduksi dengan cara ovovivipar terjadi melalui 2 tahapan sekaligus, yaitu bertelur kemudian beranak. Proses ini terjadi dengan cara ovipar untuk bagian awalnya. 
Tidak seperti hewan lain yang selalu mengerami telur hingga menetas. Cicak sendiri akan menahan telur yang tumbuh untuk tetap berada di dalam perut. Setelah menetas, bayi cicak baru akan dikeluarkan bersamaan dengan bekas kulit telur yang telah pecah. Proses ini sama halnya dengan vivipar atau beranak secara biologis.

Karena melalui 2 tahapan reproduksi sekaligus, maka cicak juga digolongkan sebagai hewan kategori reptil yang dapat berkembang biak dengan cara ovovivipar.

Demikian penjelasan cara berkembang biak cicak yang dapat Anda jadikan referensi. Beberapa teori biologi mungkin jarang menyebutkan cicak mampu mereproduksi secara ovovivipar, sebab beberapa spesies yang melakukan cara reproduksi tersebut relatif berbeda dengan hewan cicak secara umumnya. Hanya saja dia masih dalam satu spesies cicak sebagaimana lazimnya hewan reptil.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Berkembang Biak Kupu-kupu

Cara Berkembang Biak Semut